Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

6 Kekuatan Manusia Yang Tidak Boleh Diremehkan


1 Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.
 

95 Juta Tahun Lalu, Ular Punya Kaki

 
 Fosil ular yang ditemukan memiliki kaki.
VIVAnews - Dari penelitian terbaru terhadap fosil ular yang diperkirakan telah berusia 95 juta tahun, terungkap bahwa ada dua tulang kaki kecil yang tersambung ke tulang pinggul hewan tersebut.
Seperti dikutip dari LiveScience, 10 Februari 2011, fosil yang ditemukan di Libanon tersebut berasal dari zaman di mana ular belum kehilangan tungkai belakang mereka.
Rekonstruksi tiga dimensi terhadap tulang tersebut akan segera dilakukan untuk membantu para peneliti memahami bagaimana ular berevolusi hingga kehilangan kakinya itu.
Adapun perdebatan yang menghangat di kalangan paleontologist adalah apakah nenek moyang ular berkaki itu merupakan kadal yang berenang di air atau kadal yang melata di darat.
“Sebuah tulang kaki berukuran panjang satu inci (sekitar 2,5 centimeter) terlihat pada fosil ular Libanon. Sayangnya, separuh bagian panggul ular itu terkubur di dalam batu,” kata Alexandra Houssaye, peneliti dari Museum National d’Histoire Naturelle, Paris, Perancis.
Ular yang panjangnya 19 inci (sekitar 50 centimeter) ini merupakan Eupodophis descouensi, yang merupakan satu dari tiga fosil ular yang pernah ditemukan memiliki kaki. “Membongkar batu untuk menemukan satu kaki lagi tidaklah dimungkinkan,” ucapnya.
Untuk itu, peneliti akan menggunakan teknik yang disebut sebagai synchrotron-radiation computed laminography (SRCL). Serupa dengan pemindaian medis CT scan, SRCL menggunakan sinar X untuk menggambarkan struktur internal dari sebuah objek, namun dengan resolusi 1.000 kali lebih tinggi.
Dari pemindaian, terlihat kaki yang tersembunyi di dalam batu itu bertekuk di bagian lutut. Akan tetapi, kaki itu tidak memiliki telapak dan tulang jari.
“Struktur tulang kaki yang tersimpan rapi di dalam batu ini serupa dengan struktur tulang milik kadal darat,” kata Houssaye. “Meski demikian, satu penelitian saja tidak akan bisa memastikan apakah ular ini punya nenek moyang hewan air atau hewan darat,” ucapnya.
Meski demikian, Houssaye menyebutkan, anatomi tulang milik ular itu menunjukkan bahwa evolusi telah menghilangkan kaki milik ular bukan dengan mengubah cara tulang itu tumbuh. “Kemungkinan, kaki itu tumbuh melambat atau semakin pendek,” ucapnya.
Eksperimen tersebut, menurut Houssaye, merupakan eksperimen pertama yang menggunakan teknik SRCL di dunia paleontology, dan masih banyak yang perlu dianalisa. “Langkah selanjutnya adalah menganalisa fosil tulang belakang ular lainnya, mengamati tungkai ular dan kadal hidup dan menganalisa fosil ular tertua yang pernah ditemukan,” ucapnya.

Efek Psikologis Facebook bagi Kesehatan Mental



Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang
bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.

Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena "berpisah" dari komputernya.

Si pengguna akhirnya tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian
menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.

Pertemuan secara face-to-face memiliki pengaruh pada tubuh yang tidak terlihat ketika mengirim e-mail. Level hormon seperti oxytocin yang mendorong orang untuk berpelukan atau saling berinteraksi berubah, tergantung dekat atau tidaknya para pengguna. Beberapa gen, termasuk gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dan respons terhadap stres, beraksi secara berbeda, tergantung pada seberapa sering interaksi sosial yang dilakukan seseorang dengan yang lain.

Menurutnya, media elektronik juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. "Salah satu perubahan yang paling sering dilontarkan dalam kebiasaan sehari-hari penduduk Inggris adalah pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari. Kurang dari dua dekade, jumlah orang yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting menjadi berlipat."

Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, Anda dapat mengalami cidera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer. Jika pada malam hari Anda masih sibuk mengomentari
status teman Anda, Anda juga kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer juga akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.

Tidak heran jika Dr Sigman mengkhawatirkan arah dari masalah ini. "Situs jejaring sosial seharusnya dapat menjadi bumbu dari kehidupan sosial kita, namun yang kami temukan sangat berbeda. Kenyataannya situs-situs tersebut tidak menjadi alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup, melainkan alat yang membuat kita salah arah," tegasnya.

Namun, bila aktivitas Facebook Anda masih sekadar sign in, mengonfirmasi friend requests, lalu sign out, tampaknya Anda tak perlu khawatir bakal terkena risiko kanker, stroke, bahkan menderita pikun.

Pengakuan Sang Dokter Mengintip Dunia Kematian

Mary Jo Rapini


Mary Jo Rapini
New York, Pengalaman mendekati kematian atau ‘Near Death Experience’ banyak diceritakan pasien pada dokter. Namun banyak dokter yang tidak percaya dan menganggapnya sebagai halusinasi atau efek rasa sakit. Tapi kini, pengalaman itu benar-benar dialami sang dokter.
Banyak orang yang mendeskripsikan ‘Near Death Experience’ sebagai keadaan antara hidup dan mati, dimana ada cahaya terang benderang, bertemu dengan sang Pencipta tapi diminta untuk kembali lagi ke dunia.
Mary Jo Rapini adalah psikolog klinis yang mengalami hal tersebut. Didampingi oleh Dr. Jeffrey Long yang pernah melakukan studi terhadap 1.300 kasus ‘Near Death Experience’, Rapini menceritakan kisahnya.
“Saya banyak menangani pasien kanker dan mereka selalu bercerita tentang pengalamannya mendekati kematian. Tapi saya selalu menganggap cerita tersebut sebagai efek reaksi medis atau halusinasi,” kata Rapini seperti dikutip dari MSN, Selasa (26/1/2010).
Hingga pada April 2003, kejadian itu ia alami sendiri. Menurut Rapini, saat itu ia mengalami pembengkakan pembuluh darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Keadaannya sangat parah sampai harus berada di ruang gawat darurat selama 3 hari.
“Semua dokter langsung panik dan mengelilingi saya. Mereka memasukkan berbagai macam alat medis di tubuh saya dan menelepon suami saya,” tutur Rapini.
“Hingga tiba-tiba, saya melihat sebuah cahaya yang sangat terang. Cahaya ini berbeda dari cahaya biasanya dan terus berkembang membesar. Lalu saya bertanya-tanya, cahaya apa itu? Saya pun memasuki cahaya itu,” jelasnya.
Rapini pun masuk ke dalam terowongan cahaya itu. Menurutnya, di sana ia melihat ruangan yang sangat indah dan bertemu dengan Tuhan. Ia berkata saya tidak bisa tinggal dan harus kembali lagi ke dunia. Rapini kemudian protes.
“Kenapa saya tidak bisa tinggal disini? Padahal saya sudah menjadi istri dan ibu yang baik. Saya juga sudah merawat pasien kanker tiap harinya,” ujarnya.
Menurut penuturan Rapini, sang Pencipta memintanya kembali ke dunia untuk melakukan hal yang lebih baik dari itu.
Pengalaman Near Death Experience yang diceritakan Rapini ternyata sama dengan pengalaman-pengalaman lainnya yang pernah dianalisa Dr. Jeffrey Long.
“Ternyata hampir semua orang yang pernah mendekati kematian punya cerita yang sama, baik mereka pernah dengar sebelumnya atau tidak pernah,” kata Dr. Long.
Dalam buku karangannya yang berjudul ‘Evidence of the Afterlife: Science of Near-Death Experiences’, Dr. Long menyebutkan beberapa tanda mendekati kematian, diantaranya bertemu dengan orang-orang yang lebih dulu meninggal dunia, ingatan-ingatan yang bertambah jelas, dan lainnya.
Menurut Long yang merupakan dokter onkolog radiasi dan juga menangani pasien kanker, sama seperti Rapini buku yang berhasil ia buat semakin memicunya untuk menjadi dokter yang lebih baik.
“Pengalaman-pengalaman itu mengubah pandangan saya sebagai dokter. Saya lebih percaya diri dalam menangani pasien, terutama pasien kanker. Saya menemukan bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, karena ada kehidupan lain setelahnya,” jelas Long. (fah/ir)
***
Nurul Ulfah – detikHealth
 

Makhluk yang Beranakpinak Tanpa Seks

Ithaca, New York, Semua makhluk di dunia melakukan hubungan seks untuk meneruskan generasinya. Tapi ada satu makhluk hidup aseksual (tanpa seks) yang bisa terus beranak pinak selama 30 juta tahun.
Peneliti Amerika Serikat menemukan hewan primitif mirip lintah bernama Bdelloid rotifera yang hidup di air dan lumpur. Hewan ini mampu bertahan hidup selama 30 juta tahun tanpa hubungan seksual. Hal ini telah memecahkan misteri lama di bidang biologi.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Amerika Serikat, menekankan bahwa hewan invertebrata (tanpa tulang belakang) yang disebut bdelloid rotifera adalah makhluk aseksual dan telah bertahan hidup begitu lama hanya dengan proses kloning.
Menurut sejarah biologi, hewan aseksual punah relatif cepat. Hanya ada kurang dari 1 persen hewan di dunia yang aseksual, tapi semuanya punah dengan cepat dalam evolusi, kecuali rotifera.
Di masa lalu, ilmuwan memperkirakan parasit dan mikroba memusnahkan organisme aseksual, tetapi seks mengizinkan pertukaran gen organisme dan berkembang dari waktu ke waktu hingga akhirnya resisten (tahan) terhadap mikroba.
Tapi yang mengejutkan, selain mampu bertahan hidup tanpa seks selama 30 hingga 50 juta tahun, bdelloid rotifera bahkan tumbuh dan berkembang menjadi 460 spesies yang berbeda dengan cara kloning.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan Cornell University, Paul Sherman dan Chris Wilson, telah menjelaskan bahwa bdelloid rotifera dapat bertahan hidup pada tempat yang kering, terbang terbawa angin, menetap di tempat yang jauh, dan siap terbangun bila bersentuhan dengan air.
“Hewan-hewan dapat bertahan hidup dengan tinggal di wilayah demografi musuh mereka, menjajah habitat bebas dari parasit, mereproduksi dan meninggalkan tempat itu sebelum mereka diserang dan dihancurkan,” ujar Paul Sherman, profesor neurobiologi dan perilaku, seperti dilansir dari topnews.in, Senin (24/5/2010).
Sherman juga menuturkan bahwa evolusi organisme memainkan ‘permainan petak umpet’ tanpa akhir.
Penelitian ini juga menginformasikan bahwa bdelloid rotifera lebih toleran terhadap pengeringan tinggi dan mampu terbang di udara lebih lama ketimbang parasit jamur yang menyerangnya. (mer/ir)
***
http://health.detik.com/read/2010/05/24/100535/1362757/763/makhluk-yang-beranakpinak-tanpa-seks?l991101755

Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Dunia kerap terancam kehancuran yang bisa memusnahkan umat manusia. Pakar fisika dunia, Stephen Hawking menyarankan agar manusia segera mengarungi ruang angkasa dan mencari planet lain sebagai tempat tinggal baru bila tidak ingin punah.
Dalam sebuah wawancara dengan laman Big Think, Hawking percaya dalam kurun waktu seratus tahun ke depan, apalagi ribuan atau jutaan tahun lagi, bumi akan mengalami bencana besar yang bisa memusnahkan manusia. Karena itu, manusia didorongnya untuk segera mencari planet lain yang bisa dihuni untuk mengantisipasi kehancuran itu. ”Ibarat jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang, manusia juga hendaknya jangan tinggal di satu planet,” ujarnya.
Hawking melihat bayak bahaya besar yang mengancam keberadaan umat manusia. Di masa lalu, dia menyebutkan, salah satunya adalah krisis rudal di Kuba pada 1963 yang nyaris menyeret Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat perang nuklir. Ke depan, dia melihat, potensi perang dengan menggunakan senjata pemusnah massal itu kian menguat. ”Tapi saya optimistis, jika kita dapat menghindari bencana selama dua abad berikutnya, spesies kita akan aman karena kita menyebar ke ruang angkasa,” tuturnya.
Menurut pakar yang namanya sudah melegenda ini, manusia adalah makhluk yang cerdas sehingga bisa bertahan hidup di galaksi ini. Manusia harus bisa memastikan mampu bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan. Dia kembali mengingatkan bahwa manusia kini memasuki periode yang semakin berbahaya. Penduduk bumi akan menggunakan sumber daya yang kian terbatas.
Parahnya, insting egois dan agresif manusia masih begitu kental. Sehingga, ini akan cukup sulit untuk menghindari bencana dalam seratus tahun berikutnya, apalagi untuk ukuran seribu atau sejuta tahun mendatang. ”Satu-satunya kesempatan kelanjutan hidup jangka panjang manusia, bukan untuk tetap berada di Bumi, tetapi menyebar ke ruang angkasa,” pesannya.

Misteri Otak Anda


Saat Anda mendengar kisah komedi, mungkin Anda tertawa atau sedikitnya tersenyum. Padahal, apa yang diceritakan tersebut belum tentu benar, tetapi Anda sudah tertawa.
Itulah otak manusia, saat Anda nonton film tragedi, meskipun Anda tahu bahwa film tersebut hanya fiksi belaka, tetapi tidak jarang penonton ikut menangis.
Jika suatu musibah terjadi pada orang lain, musibah yang sangat mengerikan Anda akan merasa takut karena terbayang jika musibah tersebut menimpa Anda.
Jika Anda mengingat masa lalu, Anda bisa tersenyum atau bahkan bisa menagis melihat masa lalu Anda.
Pikiran tidak bisa membedakan mana yang nyata mana yang tidak. Sekali dia menangkap suatu sinyal dia akan memberikan perintah kepada anggota tubuh yang lainnya serta kepada perasaan Anda, tidak peduli hal tersebut nyata atau tidak nyata.
Saya teringat VCD Harun Yahya yang berjudul Rahasia Di Balik Materi. Dalam film itu Harun Yahya memberikan suatu analogi yang mengundang kita untuk merenung.
Untuk mengetahui keberadaan materi, otak hanya menerima sinyal dari indra kita. Kita mengetahu adanya meja karena Anda melihatnya, atau Anda menyentuhnya kemudian sinyal dari mata atau tangan Anda dikirim kepada otak, maka otak mengidentifikasikan bahwa meja tersebut ada dan dengan gambaran bentuk serta warnanya.
Harun Yahya memberikan suatu pengandaian, jika seandainya sinyal yang diberikan oleh mata atau tangan diganti oleh sinyal dari komputer, maka yang terbaca oleh pikiran akan persis seperti apa yang digambarkan oleh pikiran. Jika Anda pernah nonton Film Matrix, yah mirip-mirip seperti itu. Pada film tersebut diceritakan terjadi perkelahian yang seru padahal pada kenyataanya mereka hanya tidur saja dengan dihubungkannya otak dengan komputer.
Apa yang bisa Anda pelajari dari kenyataan seperti ini? Jika otak tidak bisa membedakan antara nyata atau tidak nyata, kita bisa menafaatkannya untuk sesuatu hal yang positif. Takut gagal akan menyebabkan orang sulit bertindak, padahal gagal tersebut masih hayalan. Kenapa anda tidak menghayal berhasil? Kenapa Anda tidak menggambarkan keberhasilan yang akan Anda dapatkan?
Jika pikiran Anda diberikan gambaran-gambaran positif maka akan sangat mempengaruhi tindakan Anda. Anda akan lebih bahagia, akan lebih dinamis, akan lebih berani, dan akan lebih kuat. Methode ini oleh para ahli Motivasi disebut dengan Visualization (visualisasi). Dengan memberikan visualisasi pada pikiran Anda, pikiran Anda akan memulai mencari cara untuk menggapai apa yang divisualisasikan tersebut. Cobalah.
***
Oleh: Muttaqin

Bintang Ini 20 Kali Lebih Besar dari Matahari



By Renne R.A Kawilarang – Kamis, 15 Juli
Bintang muda IRAS (kiri atas) difoto oleh Teleskop Spitzer milik NASA
VIVAnews – Suatu teleskop luar angkasa berhasil memotret sekumpulan bintang yang berada di galaksi lain. Salah satunya adalah sebuah bintang muda yang diyakini berukuran 20 kali lebih besar dari matahari.
Demikian ungkap ilmuwan yang bekerja sama dengan peneliti dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Peneliti NASA, Stefan Kraus dan astronom dari Universitas Michigan, Ann Arbor, mengungkapkan bahwa penemuan itu dalam rangka meneliti bagaimana bintang-bintang besar lahir di jagat lain.
Seperti dikutip di laman resmi NASA, Rabu 14 Juli 2010, Kraus mengungkapkan bahwa Teleskop Luar Angkasa milik NASA, Spitzer, berhasil merekam gambar suatu bintang yang dinamakan IRAS 13481-6124. Gambar dari Teleskop Spitzer itu juga didukung oleh pantauan dari stasiun teleskop di Chile.
Bintang itu berlokasi di konstelasi Centaurus, yang berjarak 10.000 tahun cahaya. Massa IRAS 20 kali lebih besar dari matahari. “Ini merupakan kali pertama benda seperti itu bisa terpantau,” kata Kraus.
Melalui pencitraan Spitzer, para peneliti juga menyaksikan bahwa bintang itu dikelilingi oleh kumpulan gas dan debu sehingga menyerupai cakram. Fenomena seperti juga terjadi pada bintang-bintang yang lain. “Cakram itu sangat mirip dengan apa yang telah kami lihat pada bintang-bintang muda, yang bentuknya lebih kecil, namun tetap saja besar,” kata Kraus.
Menurut dia, gambar dari Spitzer kali ini menghasilkan citra yang lebih jelas dari yang pernah diperlihatkan sehingga membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik akan lahirnya bintang di jagat lain.
***
http://id.news.yahoo.com/viva/20100715/twl-bintang-ini-20-kali-lebih-besar-dari-cfafc46.html

Akhirnya, Misteri Tenggelamnya Kapal Titanic Terungkap


Penyebab tenggelamnya kapal Titanic yang terjadi pada 1912 silam ternyata akibat kesalahan kemudi. Kapal pesiar terbesar dan termegah pada saat itu harusnya bisa diselamatkan andaikata sang kapten tidak nekad terus berlayar.
Pada 10 April 1912 RMS Titanic bertolak dari Southampton, Inggris menuju New York, namun pada pelayaran hari keempat kapal yang dibanggakan tak akan bisa tenggelam itu menabrak gunung es dan tenggelam sebelum kapal penyelamat tiba. Sekitar 1.500 penumpang tenggelam bersama kapal megah itu.
Adalah Louise Patten, seorang penulis dan cucu dari Charles Lightoller, pejabat nomor dua terpenting di kapal Titanic saat itu, yang mengungkap kejadian sebenarnya. Ia mengatakan kebenaran tentang apa yang terjadi hampir 100 tahun yang lalu telah disembunyikan karena takut menodai reputasi kakeknya, yang juga seorang pahlawan perang.
Lightoller, adalah perwira paling senior yang selamat dari kejadian itu. Namun ia menutupi kesalahan saat penyelidikan tenggelamnya kapal. Karena ia khawatir jika kecelakaan disebabkan kesalahan manusia, maka sang pemilik kapal akan bangkrut dan rekan-rekannya pun keluar dari pekerjaan.
“Padahal mereka dengan mudah bisa menghindari gunung es jika bukan karena perintah yang blunder,” kata Patten seperti dikutip Daily Telegraph. Tenggelamnya kapal Titanic yang relatif cepat itu terjadi karena pimpinan mereka memaksa kapten untuk terus berlayar usai menabrak gunung es. “Bukannya kemudi diarahkan ke sebelah kiri gunung es, pemegang kemudi, Robert Hitchins, panik dan belok ke arah yang salah.”
Patten menulis perubahan dari kapal layar tradisional menjadi kapal uap berarti ada dua sistem kemudi yang berbeda. Sistem yang satu berarti memutar roda ke satu arah dan sistem lainnya memutar ke arah yang berlawanan.
Setelah mereka sadar telah keliru, Patten menambahkan, mereka hanya memiliki empat menit untuk mengubah arah dan waktu. Perwira Pertama William Murdoch menyadari sang juru mudi salah, kemudian mencoba memperbaiki itu namun terlambat.
Kakek Patten pun ikut dalam rapat terakhir perwira kapal Titanic sebelum kapal itu tenggelam. Di sanalah jelas semua kesalahan fatal yang telah terjadi. Namun yang memperparah kondsii adalah, J. Bruce Ismay, pemilik White Star Line membujuk kapten untuk terus berlayar.
Keputusan inilah yang membuat kapal tenggelam berjam-jam lebih cepat daripada seharusnya. “Padahal kalau Titanic diam saja, ia akan bertahan paling tidak sampai kapal penyelamat datang dan tidak ada yang perlu mati,” ungkap Patten. Selama ini diketahui penyebab tenggelamnya kapal mewah itu akibat menabrak gunung es yang merobek lambung kapal yang membuat kapal rusak parah.

Manusia Hobit di Flores Mengecil Karena Kekurangan Yodium


Manusia kerdil atau hobit yang ditemukan di Flores ternyata bukan spesies berbeda dari manusia modern. Penelitian membuktikan, tubuh para hobit menjadi kerdil hanya karena kekurangan yodium.
Temuan kontroversial ini mematahkan dugaan bahwa hobit yang diperkirakan hidup 15.000 tahun lalu itu merupakan spesies baru yang berbeda dengan manusia. Bahkan spesies itu sudah diberi nama Homo floresiensis, sesuai tempat penemuan yakni di Pulau Flores.
Peneliti dari University of Western Australia, Australia, Prof Charles Oxnard pertama kali melontarkan dugaan itu pada tahun 2008. Karena memicu perdebatan sengit, ia lalu membandingkan tengkorak hobit dengan tengkorak simpanse dan manusia.
Hasil penelitian lanjutan itu akhirnya dimuat di jurnal PLoS ONE baru-baru ini. Prof Oxnard mengatakan temuan terbarunya ini telah menegaskan teorinya bahwa hobit merupakan spesies yang sama dengan manusia modern.
Berdasarkan analisis, tidak ada perbedaan antara hobit dengan manusia modern atau Homo sapiens. Para hobit menjadi kerdil karena congenital hypothyroidism atau kekurangan hormon tiroid yang memicu gangguan pertumbuhan atau kretinisme.
“Kretinisme disebabkan oleh berbagai macam faktor lingkungan, termasuk di antaranya defisiensi atau kekurangan yodium,” ungkap Prof Oxnard seperti dikutip dari Sciencedaily, Selasa (28/9/2010).
Ia memperkirakan kurangnya asupan yodium di masa itu adalah penyebab
kretinisme pada manusia hobit. Menurutnya, hal ini konsisten dengan kecenderungan kretinisme hipotiroid endemik yang terjadi di Indonesia pada masa kini.
Fosil manusia hobit yang terkenal itu ditemukan tahun 2003 di Liang Bua, sebuah gua di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur. Ilmuwan menemukannya saat mencari bukti terjadinya migrasi manusia pertama di Asia yang berasal dari Australia.
Popularitas manusia hobit pernah diangkat dalam film trilogi The Lord of The Rings yang fenomenal. Dari situ digambarkan manusia hobit adalah makhluk-makhluk kerdil.
***
AN Uyung Pramudiarja – detikHealth
http://www.detikhealth.com/read/2010/09/28/180435/1450646/763/manusia-hobit-di-flores-mengecil-karena-kekurangan-yodium?l991101755

Binatang-binatang Ini Juga Homoseks

Homoseksualitas ternyata tak hanya dijumpai pada manusia. Pakar perilaku hewan juga mencatat kasus ini pada berbagai binatang.

Setidaknya, homoseksualitas ditemukan pada 500 spesies dari 1500 spesies binatang yang diobservasi. Binatang-binatang itu tak hanya menunjukkan kecenderungan untuk membentuk pasangan jantan-betina, namun juga jantan-jantan, dan betina-betina.

Menurut Linda Wolfe, ilmuwan dari East Carolina University, studi mengenai hal ini memang jarang didiskusikan oleh para ilmuwan, karena dianggap tak memiliki keuntungan bagi kontinuitas atau keberlanjutan spesies.
“Saya pikir selama ini sosiobiologi selalu dikaitkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan reproduksi,” kata Linda, dikutip dari situs LiveScience.
Menurut Martin Daly, seorang evolutionary psychologist pada McMaster University, Ontario Kanada, perilaku seks pada binatang sangat kompleks. Seringkali hal itu dilakukan untuk tujuan-tujuan nonseksual, seperti misalnya membangun aliansi atau meredakan kemarahan musuh.
“Seksualitas membantu manuver binatang dengan binatang-binatang di sekitarnya sebelum mereka memulai kontak sungguhan,” kata Martin, kepada Time Online. Berikut ini beberapa spesies binatang kedapatan memiliki kecenderungan perilaku homoseksual.

Simpanse Bonobo
Dipandang sebagai spesies yang paling dekat dengan manusia, simpanse Bonobo termasuk binatang yang tak malu-malu dalam mencari kesenangan seks. Hampir semua simpanse jenis ini menunjukkan perilaku biseksual. Mereka sangat sering melakukan kopulasi (berhubungan seks) termasuk dengan sejenis, dan suka berteriak-teriak kesenangan saat melakukannya. Tercatat sekitar dua pertiga  aktivitas homoseksual adalah sesama betina.

Jerapah
Aktivitas homoseksual sering terlihat di antara jerapah jantan.Seringkali aktivitas ini dimulai dengan saling menempelkan leher mereka yang jenjang. Aktivitas sesama jenis ini bisa berlangsung hingga sejam. Menurut sebuah studi, setiap 20 jerapah jantan, setidaknya satu ekor jerapah melakukan aktivitas homoseks ini.



Lumba-lumba
Lumba-lumba hidung botol adalah jenis lumba-lumba yang paling sering dijumpai manusia. Lumba-lumba ini umumnya biseksual. Kegiatan homoseksual pada mamalia ini memiliki frekuensi yang berimbang dengan aktivitas heteroseksual mereka. Kegiatan homoseksual mereka meliputi oral seks, di mana lumba-luma yang satu menstimulasi lumba-lumba lainnya dengan moncongnya. Sementara, lumba-lumba jantan juga melakukan stimulasi dengan menggososkkan alat genitalnya ke tubuh jantan lainnya.

Bison
Lebih dari 55 persen aktivitas seks bison jantan muda adalah dengan sesama jenis. Aktivitas homoseksual ini disebabkan karena bison betina hanya melakukan hubungan dengan bison jantan, sekitar sekali setahun. Saat musim kawin bison jantan juga melakukan aktivitas seks dengan sesama jenis, beberapa kali sehari.



Paus Abu-abu
Interaksi homoseksual cukup banyak dijumpai pada paus abu-abu. Biasanya, paus abu-abu jantan berkelompok hingga lima ekor, lalu berenang berkelindan sambil menggosokkan perut mereka, agar genital mereka tersentuh satu sama lain.
***
teknologi.vivanews.com/news/read/181405-binatang-binatang-homoseksual
 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com